Bahasa Indonesia

Pengiriman Barang dari Indonesia ke Filipina: Panduan e-Commerce

Amanda Lim

Pengiriman dari Indonesia ke Filipina

Saat berkeinginan untuk memperluas jangkauan e-commerce Anda, sebaiknya perluasan dilakukan ke luar batas negara. Untuk pedagang di Indonesia, dekatnya jarak negara ini dengan pasar ASEAN lainnya menjadikan negara ini ideal untuk berkembang. Salah satu pasar di ASEAN yang dapat ditargetkan oleh para pedagang adalah Filipina. Negara kepulauan ini memiliki pasar yang berkembang, dengan pengguna internet sebanyak 4,54 miliar di tahun 2020. Di antara pengguna internet tersebut, 76% di antaranya berbelanja secara online.1

Saat ini, tahun 2020, pasar e-commerce Filipina bernilai 1 juta USD dan diperkirakan akan meningkat hingga 1,4 juta USD pada Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) sebesar 7,9%.2 Kami menyediakan informasi pasar Filipina secara luas di panduan negara Filipina kami, jika anda ingin mengetahui lebih lanjut.

Perihal aktivitas e-commerce di Filipina, sebagian besar pesanan e-commerce cenderung terjadi di wilayah  Metro Manila. Wilayah  ini terdiri dari 16 kota, termasuk Manila, Quezon City, Las Pinas, Taguig, dan lainnya. Wilayah  ini juga memiliki populasi sebanyak 13 juta orang, sehingga menjadi wilayah  terpadat di Filipina.3

Mengingat adanya COVID-19, penerbangan telah dibatasi sebagai upaya untuk melawan virus tersebut. Hal ini akan berdampak pada pengiriman Anda untuk para konsumen e-commerce. Perubahan aturan di wilayah ini perlu tetap diperhatikan agar Anda dapat mempersiapkan proses logistik yang sesuai.

Kirim dengan Janio

 

Pengiriman B2C dan B2B dari Indonesia ke Filipina dalam 4 Langkah

Proses logistik dapat berbeda-beda tergantung pada persyaratan dan pertimbangan Anda. Namun, pada umumnya, pengiriman paket B2C atau pengangkutan B2B dari Indonesia ke Filipina biasanya akan mengikuti langkah-langkah berikut. Contoh yang diuraikan di sini akan menunjukkan bagaimana kiriman memasuki Metro Manila dari wilayah Jakarta.

1. Pengiriman First Mile di Indonesia

Pengiriman first mile dalam pengiriman internasional, yang menjadi tahap pertama rantai pasokan logistik, adalah saat kiriman meninggalkan alamat pedagang. Alamat awal ini juga dikenal sebagai alamat asal, yang dapat berupa toko, kantor, atau gudang. Sebelum barang-barang meninggalkan fasilitas penyimpanan, produk harus dikemas dan diberi label dengan benar untuk mempermudah pengiriman lintas negara agar bisa lancar.

Saat mengangkut barang-barang Anda, paket Anda mungkin akan melalui perjalanan yang bergelombang karena turbulensi atau hal lainnya. Oleh karea itu, untuk benda yang mudah pecah disarankan untuk memberikan bantalan tambahan seperti penggunaan bubble wraps dan packing peanuts (busa kacang). Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan agar paket Anda tidak rusak akibat goncangan dalam paket selama pengiriman. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang praktik ini di artikel kami tentang pengemasan.

Selain itu, Anda harus memastikan bahwa label pengiriman dan dokumen bea cukai sudah dilabeli dengan jelas dan dapat diakses untuk pemeriksaan bea cukai. Untuk informasi tentang praktik ini, Anda dapat memeriksa panduan kami pada pemberian label kiriman Anda, yang juga merupakan bagian dari Sumber Pengiriman Asia Tenggara B2C kami.

Ketika Anda sudah siap menyerahkan kiriman Anda ke mitra logistik Anda, Anda dapat memilih agar paket diambil dari alamat Anda atau langsung diantar di titik pengantaran yang ditetapkan mitra pengiriman Anda. Sebagian besar mitra pengiriman memiliki batas waktu untuk mengirimkan pesanan agar rute pengiriman mereka dapat dioptimalkan, maka pastikan untuk memeriksa pengaturan waktu mitra logistik baru yang sedang Anda cari untuk diajak bekerja sama.

Paket B2C biasanya akan dikonsolidasikan di hub transportasi bersamaan dengan paket lain yang memiliki tujuan negara yang sama sebelum mendapatkan izin kepabeanan di Indonesia. Sebaliknya. kiriman B2B, dapat diangkut secara langsung ke salah satu gudang jasa kepabeanan di pelabuhan atau bandara karena mereka sudah mengirimkan barang dengan berat dan volume yang lebih besar.

Tergantung pada dimana lokasi alamat Anda, paket anda mungkin harus diangkut melalui penerbangan domestik ke bandara atau pelabuhan internasional. Misalnya, paket dapat diangkut ke Bandara Soekarno Hatta, yang juga merupakan bandara tersibuk di Indonesia.4 Sedangkan untuk pelabuhan, kiriman internasional biasanya berangkat dari Tanjung Priok di Jakarta Utara.

Bagaimana Pengiriman dari Indonesia ke Filipina

Bea Cukai dan Pengiriman Asal Indonesia

Ketika paket Anda tiba di bandara atau pelabuhan, pegawai bea cukai Indonesia akan memeriksa kiriman untuk menentukan apakah paket dapat diekspor dari Indonesia. Disini pegawai bea cukai biasanya akan memeriksa label dan dokumentasi paket. Untuk memeriksa apakah paket B2B Anda memerlukan izin khusus untuk ekspor, Anda dapat mencari persyaratannya di situs web Bea Cukai Indonesia.5

Ketika sudah sampai di tahap pengiriman, barang-barang Anda dapat dikirim dari Indonesia ke Filipina melalui angkutan udara atau angkutan laut.

Bagi pedagang yang mengirimkan paket B2C, pengiriman udara adalah pilihan yang lebih cepat, dan fleksibilitas yang diberikannya terkait pembayaran biaya transportasi yang hanya diberlakukan pada pesanan terkonfirmasi sangatlah membantu, terutama jika Anda tidak memiliki volume pesanan yang konsisten dan paket harus tiba di negara tujuan dengan cepat.

Untuk mengirimkan ke Metro Manila, kiriman Anda akan berangkat dari Bandara Soekarno Hatta (CKG) dan kemudian masuk ke Bandara Internasional Ninoy Aquino (MNL). Bisanya kecepatan angkutan udara inilah yang menjadi pilihan banyak pedagang e-commerce yang ingin menguji pasar dan membayar biaya logistik hanya untuk pesanan terkonfirmasi.

Namun, karena terbatasnya jumlah penerbangan akibat pandemi COVID-19, harga angkutan udara melonjak tinggi dikarenakan kurangnya ruang kargo. Terbatasnya jumlah penerbangan juga menyebabkan penundaan dan mempengaruhi waktu pengiriman.

Di sisi lain, angkutan laut pada umumnya lebih efektif dalam hal biaya untuk pengiriman besar. Angkutan laut besar dapat dilakukan dengan Full-Container-Load (FCL), atau Less-than-Container-Load (LCL). Dalam kasus FCL, untuk mengirimkan barang, Anda membayar untuk seluruh ruang kontainer, sedangkan untuk kasus LCL, pesanan Anda akan dikonsolidasikan bersama dengan pesanan pengirim lain untuk memenuhi kontainer.

Akan tetapi, angkutan laut sedikit lebih lambat dibandingkan angkutan udara. Ketika mengelola inventori Anda, Anda harus memperhatikan estimasi tanggal pengiriman sehingga Anda dapat merencanakan rantai pasokan yang sesuai.

Pelabuhan utama Metro Manila adalah Pelabuhan Manila (PHMNL), jika pengiriman melalui angkutan laut dari Jakarta, maka barang diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok (IDTPP). Mode transportasi ini bisanya lebih disukai jika Anda memiliki volume penjualan yang konsisten di Metro Manila atau sedang merencanakan untuk melakukan perluasan ke Filipina, karena angkutan laut tepat saat digunakan untuk pengiriman jumlah inventaris yang sangat besar dalam satu waktu.

Dengan terjadinya pandemi COVID-19, angkutan laut bisa menjadi alternatif yang baik dibandingkan angkutan udara mengingat berkurangnya jumlah penerbangan internasional yang tersedia. Meskipun sedikit lebih lambat dibandingkan waktu angkutan udara sebelum COVID, angkutan laut masih lebih baik dalam mengantisipasi adanya keterlambatan angkutan udara selama periode ini. Jika Anda mengirimkan B2C, prosesnya sama dengan pengiriman melalui angkutan udara. Anda dapat memeriksanya dengan mitra pengiriman Anda jika mereka menawarkan pilihan ini.

Meskipun ada jalur pengiriman udara yang langsung sampai ke Filipina, Anda juga dapat memilih untuk dialihkan ke Singapura terlebih dahulu sebelum dikirim ke Filipina. Walaupun ini akan menambah waktu pengiriman Anda, namun ini bisa jadi pilihan yang lebih murah untuk mengirim ke Filipina dari Indonesia. Selain itu, Anda juga akan bisa menyimpan barang-barang Anda di Singapura untuk digunakan sebagai pusat pemenuhan regional.

Bea Cukai di Filipina

Setelah kiriman Anda tiba di pelabuhan atau bandara di Filipina, kiriman akan dialihkan ke kantor bea cukai untuk mengurus kepabeanan. Di sini, petugas bea cukai Filipina akan memeriksa kiriman dan dokumen pengiriman Anda untuk menentukan apakah produk Anda diizinkan untuk masuk ke Filipina atau tidak.

Untuk mendapatkan izin kepabeanan untuk impor ke Filipina, Anda atau mitra pengiriman Anda umumnya harus menyediakan dokumen-dokumen berikut:

  • Surat Keterangan Asal (SKA)
  • Daftar Surat muatan udara atau konosemen
  • Polis asuransi
  • Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak (SSPCP)
  • Perizinan, lisensi, serta surat-surat terkait lainnya

Jika nilai barang-barang Anda berada di bawah nilai de minimis Filipina yaitu sebesar PHP 10.000, anda tidak perlu membayar bea dan pajak impor.

Tarif de minimis mengacu pada ambang batas harga dimana lebih sedikit atau tidak ada bea dan pajak yang dibebankan jika nilai CIF kiriman berada di bawah nilai tersebut. Nilai CIF kiriman mencakup harga barang, biaya pengiriman, dan biaya asuransi jika ada.6 Akan tetapi, pengecualian ini hanya berlaku untuk kiriman yang dikirim melalui angkutan udara. Sehingga, jika Anda mengirimkan barang Anda melalui angkutan laut ke Filipina, Anda masih harus membayar bea dan pajak impor.

Jika barang Anda melebihi ambang batas de minimis, Anda harus membayar bea impor yang berkisar mulai dari 0% hingga 20% dan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12%. Tarif bea impor ditentukan oleh kode harmonized system (Kode HS) produk. Anda dapat mengetahui persentase bea impor untuk barang-barang spesifik Anda di Pencari Tarif ini.7

Nilai De Minimis Filipina

Jika Anda mengirimkan paket B2C, Anda dapat memilih baik untuk membayar bea dan pajak impor sendiri atau membiarkannya dibayar oleh konsumen. Hal ini tergantung pada incoterms yang Anda pilih, apakah Delivered Duties Unpaid (DDU) atau Delivered Duties Paid (DDP). Meskipun kami sangat menyarankan Anda untuk memilih DDP agar pengiriman B2C dapat berjalan dengan lancar, ada baiknya Anda memahami maksud dari pengaturan ini.

Distribusi dan Last Mile di Filipina

Kiriman Anda akan masuk ke tahap distribusi setelah mendapatkan izin kepabeanan. Jika penerima barang berada di wilayah Metro Manila, kiriman B2B Anda dapat dikirimkan secara langsung ke alamat terakhir. Untuk kiriman B2C, maka harus melalui penyortiran di pusat transportasi sebelum masuk ke tahap pengiriman last mile. Akan tetapi, jika alamat berada di wilayah  yang tidak dapat dijangkau dengan mobil van atau truk, kiriman Anda akan diangkut melalui penerbangan atau pengiriman laut domestik sebelum dikirim ke pengiriman last mile.

Pengiriman last mile mengacu pada tahap dimana kiriman Anda dikirimkan dari gudang tujuan ke alamat penerima. Tahap pengiriman ini dilakukan menggunakan mobil van di Filipina. Di tahap ini, penyedia kiriman Anda akan memastikan bahwa kiriman diterima oleh penerima. Hal ini biasanya dilakukan  melalui beberapa langkah pengiriman dan pemberitahuan kepada penerima Anda.

Mengingat adanya COVID-19, Peningkatan Karantina Masyarakat/Enhanced Community Quarantine (ECQ) dan Karantina Masyarakat Umum/General Community Quarantine (GCQ) telah diberlakukan untuk menghentikan penyebarannya. Sehingga, pengiriman last mile ke seluruh Filipina bisa saja tertunda. Info ini membantu memberitahu konsumen dan penerima Anda atas penundaan ini, dan untuk merencanakan rantai pasokan yang sesuai.

Sekarang Anda mengetahui proses pengiriman untuk mengirim barang-barang Anda dari Indonesia ke Filipina. Anda dimudahkan dalam memilih mitra pengiriman untuk kebutuhan logistik Anda. Yang terbaik adalah untuk menemukan mitra yang dapat menutup seluruh rantai pasokan logistik dari first mile hingga last mile. Dengan memiliki mitra logistik yang fleksibel juga dapat menghilangkan beban dari rantai pasokan Anda. Ketika memilih penyedia jasa logistik, ada baiknya untuk mempertimbangkan biaya, kecepatan, dan pengalaman pengiriman sebelum mempercayakan solusi pengiriman.

Jika Anda berkeinginan untuk memperluas jangkauan Anda secara online di Filipina, maka Anda harus memiliki pengalaman e-commerce yang lancar. Sehingga dengan memiliki mitra pengiriman e-commerce yang tepat dan dapat mengurus proses logistik akan membantu Anda untuk memuaskan pelanggan, yang pada akhirnya dapat membuat konsumen datang kembali. Dengan begitu, Anda dapat berada jauh di depan para pesaing ketika Anda memperluas kehadiran Anda di wilayah Asia Tenggara.

Apakah Anda ingin mengetahui lebih banyak informasi seperti ini? Silakan daftar ke buletin kami untuk mendapatkan informasi terbaru tentang e-commerce Asia Tenggara dan tips logistik terbaru.

Apakah Anda ingin melakukan pengiriman Internasional ke seluruh Asia Tenggara? Hubungi kami untuk mengetahui caranya.

Hubungi Kami

17651 views

You might also be interested in

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 142 /PMK.010/2021 – Indonesia’s Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) Import Duties on Clothing and Fashion Accessories
Benedict Leong
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 142 /PMK.010/2021 – Indonesia’s Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) Import Duties on Clothing and Fashion Accessories

On 12 Nov 2021, multiple hs codes for apparel in chapters 61 and 62 will incur additional import duties under Indonesia's BMTP initiative.

43900
Janio Berkolaborasi dengan PCP Express untuk Membantu UMKM Indonesia Menjangkau Pasar Asia Tenggara
Benedict Leong
Janio Berkolaborasi dengan PCP Express untuk Membantu UMKM Indonesia Menjangkau Pasar Asia Tenggara

On October 2020, Janio officially partners with PCP Express to bring hassle-free international shipping to Southeast Asia to Indonesia's SMEs

2366
Panduan Pengiriman “Next Day Delivery” di Indonesia bersama Janio
Juventius Suhartono
Panduan Pengiriman “Next Day Delivery” di Indonesia bersama Janio

Industri e-commerce sedang naik daun di Indonesia. Banyaknya platform e-commerce yang berkembang dengan cepat seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee berkontribusi terhadap pasar e-commerce Indonesia sebesar US$11 mili ...

4104
Data Integrity in eCommerce: How it Affects Cross-border Shipping
Data Integrity in eCommerce: How it Affects Cross-border Shipping

Getting accurate data on the shipping label is crucial in the cross-border shipping process. Find out how you can ensure data integrity for a smooth eCommerce delivery.

Learn More
How DDP Can Help You With Import Duties and Taxes in Southeast Asia
How DDP Can Help You With Import Duties and Taxes in Southeast Asia

With different import duty and tax rates for every country and every type of item, customs payments may appear daunting. Read on to find out how customs clearance can be made smoother with delivered-duties paid (DDP) so that you can expand into the Southeast Asian market with a peace of mind!

Learn More
How does Customs Clearance work for B2C Fulfilment?
How does Customs Clearance work for B2C Fulfilment?

Customs Clearance requires your shipment to gain official permission to enter a country and for the required duties and taxes to be paid. That's the gist of it, but there's more, click here to find out more!

Learn More

Ikuti kami